Berkacamatakan Babi

24Sep10

Kemaren, dijalan pulang mau ke kosan, gue sama erik ngomong gini:
(teks ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia)
Gue: Shit, seharusnya kita bangga, kita punya banyak hal yang patut diceritakan kepada anak cucu
Erik: Sori aku dak ngerti yang kau omong
Gue: Kesusahan kita ini, anak cucu aku ataupun kau nanti pasti bangga bapaknya dulu kuliah jalan kaki, ngekos makannya terlunta-lunta, dijauhi para wanita dan selama delapan tahun tidak pernah nonton tivi
Erik: Siapapun anakmu besok, aku doakan semoga dia orang yang tabah
Gue: *langsung kencing di dinding pagar kampus*

Ehm, gak kerasa gue udah seminggu menjalani hidup sebagai anak kos dan mahasiswa resmi. Haha. Belum ada kendala sih, meskipun harus gue akui gue lumayan boros akhir-akhir ini. Dua puluh lima persen deposito gue didompet udah abis. Yaaa, semoga itu duit bisa bertahan akhir bulan ini. Kasian juga kalo ingat emak bapak dirumah susah-susah nyari duit, lah gue malah ngabisin duit membabi buta.

Well, gue cuma mau ngasih tau. Besok mungkin gue bakal ikutan ospek terakhir, ospek prodi. Mohon doanya semoga gue menemukan jodoh disana (loh?). Dan setelah ospek ini, kayaknya gue bakal resmi jadi mahasiswa english department, keren ya prodi gue?

Thats it, cuma itu yg mau gue kasih tau. Mau ngecek twitter dulu. Sapa tau wanita idaman hati lg ngomongin gue di twitter. #ngarep. Kiamat dunia kalo itu kesampean. Ehm, udah ya. Bye..



No Responses Yet to “Berkacamatakan Babi”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: