Jangan Gunakan Sabunku Seperti Kau Menggunakan Sabunmu di Rumah

20Sep10

Gue benci kata menyesal tapi gue gag punya kata lain buat
mendeskripsikan diri disaat seperti ini. Gue tau gak mudah menjalin hubungan serius, setidaknya gue bukan ayam yang mudah jatuh cinta. Gue cuma kepengen semua yang gue ukir berbekas lama dan gag mudah terlupakan. Yang gue butuhkan cuma keikhlasan. Pernah dengar peribahasa ini? “kita bisa mengganti kata long dick rejection dengan kata long rejection of dick”. Semua simpel, gue paham betul ukiran gue bakal berbekas lama kalo ada yang namanya proses “take and give and shuffle it!”. Tapi sayangnya gue gag pernah bisa mencapai proses itu semua. Di saat gue give, gag ada yg take. Tapi disaat gue gag mau take, malah ada yg give. Untungnya gue gag pernah menshuffle semua itu. Oke, mengertilah. Sampe saat ini gue masih dihantui rasa penasaran dari sesuatu yg gue give tapi tidak di take, ya mungkin belum.

Ibarat lagi mancing, gue paham si ikan tau gue lg mancing, tapi gue sengaja memberi umpan roti dan tentunya si ikan gag bakal makan itu umpan. Tapi disaat gue udah putus asa, roti gue yg lain dimakan ayam. Gue lg kepengen makan ikan. Ya Allah mengapa bukan ikan yang makan umpan gue? Gue blum pernah makan ikan sekalipun. Gue juga kepengen kayak orang-orang lain yang mudah bener dapet ikan. Gue penasaran! Dan disaat gue coba mancing lagi dan gagal lagi, si ayam udah pergi. Gag satupun yang gue dapat. Gue memang ditakdirkan buat kelaparan, gue nista.

Setidaknya seumurhidup gue udah tiga kali ngalamin hal yang begini dengan ikan yang sama tapi ayam yang berbeda-beda. Waktu gue kelas dua SMA, adik kelas gue bernama ujang (cewek, sekarang 17 tahun, nama disamarkan) pernah suka sama gue. Gue bukannya asal ngomong, tapi si ujang udah eyes-to-eyes sama gue. Kita heart-to-heart ketika eyes-to-eyes. Intinya si ujang suka sama gue. Gue ikuti alur ceritanya. Tapi disaat gue mau menerima cewek sebaik ujang, gue dihantui sindrom cinta-penasaran-lama dan sori ujang, mungkin cewek sepertimu tidak pantas mendapatkan cowok bangsat yg lebih suka sama cewek lain. Hah. Dan setelah semua itu, gue berdoa untuk kebahagian ujang. Tak berapa lama kemudian, si ujang menemukan cowok yang seharusnya ia dapatkan. Buktinya sampai sekarang mereka masih berpacaran.

Cewek yang kedua, disaat gue kelas tiga. Dalam kesendirian (beberapa minggu setelah putus dengan pacar) gue berusaha close heart. Tapi Mandot (cewek, sekarang 16 tahun, nama disamarkan) berusaha masuk ke dalam hati gue, jujur gue juga tertarik. Tapi karena sebuah
ketidakcocokan, gue acuhkan di Mandot. Terakhir gue dapat kabar kalo di Mandot sedang menjalin hubungan tanpa status dengan Bendot (kambing nenek gue). #plak

Yang ketiga, yg baru terjadi beberapa hari yang lalu. Yang perlu gue ceritakan cuma…. Gue yakin gue bukan orangnya. Gag ada yg perlu dimaafkan kalo ada yang minta maaf. Gue memang penyebab masalah. Gue nista. Gue pantas mendapatkan ganjaran

Gue cuma kepengen makan ikan. Ikan yang itu, bukan ikan yang lain. Gue bisa beli umpan yang harganya mahal, tapi gue cuma mau ikan itu makan umpan roti gue. Karena andai ikan itu tahu, roti lebih bergizi dari cacing. Yaaaaaaaaaaaa!!

Gue egois, gue menyesaaaaaaal..!!



4 Responses to “Jangan Gunakan Sabunku Seperti Kau Menggunakan Sabunmu di Rumah”

  1. well gw tau gimana rasanya pengen makan ikan tapi kita ga bisa makan,, please enjoy.. (andai kenyataan sesimple gw ngomong).🙂

  2. 2 aulia siltawani

    T.T menyesekkan

  3. Eh eh eh, gue masih ga ngerti apa maksud sabun di judul posting-an ini..😆


  1. 1 Tweets that mention Jangan Gunakan Sabunku Seperti Kau Menggunakan Sabunmu di Rumah « Odol Gigi -- Topsy.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: