Sisi Lain Dari Si Ganteng

09Nov09

Good nite hell. Malam ini gue sengaja bikin fast posting yang mengungkap sisi lain dari diri gue. Postingan kali ini gue klaim sebagai posting spesial karena setiap kata “aku” diganti dengan kata “gue” dalam posting ini. Tenang, ini hanya gue lakukan untuk posting satu ini saja karena memang inilah sisi kebetawian yang belum terungkap dari diri gue tersebut. Sebenarnya lebih seperti sebuah pemaksaan gaul terhadap anak pojokan (sebutan bagi anak yang kalo lagi dikelas pasti milih tempat pojok sambil baca buku, bokep). Tapi jujur, konversi kata “aku” ke “gue” lebih membuat gue nyaman dalam menulis. Seperti dapat sebuah aliran ide dari anggodo. Halah, damn word. Tapi sumpah gue lagi muak liat berita di tivi yang ngebahas hal yang sama setiap hari.

Gue mau curhat nih. Jujur ketika tulisan ini diketik, gue lagi punya masalah sama yang namanya bulu ketek. Ceritanya dua hari yang lalu tepatnya pukul setengah 6 sore, waktu itu gue lagi mandi. Seperti biasa kalau gue mandi, sebelumnya pasti gue gosok gigi dulu. Ketika gue mau ngambil sikat gigi, gue liat ada pencukur jenggot lagi nganggur komplit dengan siletnya. Sudah bisa gue pastikan itu pasti punya bokap. Dan sisi buruk otak gue pun berkata “lanjutkan!”. Sebenarnya penyebab utama dari tragedi ini bukanlah pencukur jenggot, tapi penyebabnya adalah cermin yang terpasang dikamar mandi. Membuat gue bisa melirik ketek gue yang bulunya udah sangat menggoda. Panjang dan keriting dengan dihiasi oleh beberapa kerak yang mirip ingus kering.

Well, bloody hell. Akhirnya dengan semua tipu daya itu gue mulai memegang pencukur jenggot dan mengarahkannya ke ketek gue yang bau naga. Dan dengan sentuhan terakhir, ketek gue pun mulus bak air di daun keladi. Gue hanya bisa menatap bulu yang jatuh dari ketek gue dengan diiringi derai air mata. Sedih rasanya meninggalkan bulu ketek yang sudah menemani gue dalam suka dan duka selama dua tahun ini. Tapi semua sudah terlanjur gue lakukan. Nasi sudah menjadi bubur nasi yang kalo dikonsumsi dapat memenuhi kebutuhan gizi sebanyak 10 kalori perharinya. Apalagi kalo di konsumsi dengan potongan daging. Pasti rasanya lebih enak dan khasiatnya pun tak tanggung-tanggung. Biasanya bubur yang disuguhi dengan potongan daging dapat meningkatkan vitalitas pria, terutama buat pria yang sudah mengalami manopause.

Okeh, kembali lagi ke tragedi ketek November 2009. Puncaknya, dua hari setelah itu ketek gue mulai tumbuh lagi. Tapi rasanya lain. Kali ini rasanya gatal dan menusuk-nusuk kulit ketek gue karena bulu yang tumbuh masih seumur jagung. Terasa seperti baru sudah mencukur rambur. Bulu-bulu ketek gue menegang dan gue merasa tersiksa. Oh god, butuh waktu berapa lama lagi bulu ini akan tumbuh normal?



2 Responses to “Sisi Lain Dari Si Ganteng”

  1. Tai!! Gw jadi korban disindang,edan!!!

  2. hahaha…
    lu sih, bulu ketek pake dicukur2 segala…

    biarkan aja mereka berkembang. hahaha..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: