Ceritaku Tentang Suku Anak Dalam

23Okt09

Sudah pernah dengar tentang suku anak dalam kan? Itu lho suku pedalaman yang biasa tinggal di dalam hutan. Salah satu daerah yang terkenal dengan suku anak dalamnya adalah propinsi Jambi. Dan kebetulan saat ini aku tinggal di Jambi. Jadi paling tidak aku mengerti sedikit cerita tentang suku anak dalam ini. Bukan berarti aku suku anak dalam lho. Tak kepret nanti yang ngomong kyak gitu. Masak wajah ganteng seperti ini dibilang suku anak dalam. Yang bener suku anak paling dalam

Jadi ceritanya sewaktu aku SMP dulu, ada pelajaran bahasa indonesia yang materinya tentang bercerita. Nah, jadi kami sekelas disuruh membawakan sebuah cerita. Diantara temanku itu, ada yang menceritakan tentang asal-usul suku anak dalam di Jambi. Entah ini rekayasa atau beneran, yang pasti ceritanya cukup logis kalo di dengar. Mau tau ceritanya? Jangan kemana-mana, mas odol akan segera kembali setelah iklan yang mau lewat satu ini. tetap di Opera Van Javaaa… Yak ee..
Iklan mie sedap
Jadi ceritanya begini. Pada masa lalu, di Jambi ada sebuah kerajaan bernama kerajaan entah berantah (soalnya ku gag ingat nama kerajaannya). Kerajaan ini terkenal makmur sentosa dan rajin menabung. Namun suatu saat kerajaan ini di serang oleh kerajaan Sriwijaya yang ingin memperluas wilayah kerajaannya. Karena merasa terdesak, akhirnya raja dari kerajaan Jambi meminta bantuan dengan kerajaan tetangga (ku juga gag tau kerajaan apa). Nah, kerajaan tetangga ini jaraknya cukup jauh dari Jambi. Jadi mereka harus menempuh perjalanan jauh untuk sampai ke Jambi. Dan ketika hampir sampai di kerajaan Jambi, mereka mendengar kalo kerajaan Jambi berhasil direbut oleh kerajaan Sriwijaya. Sedangkan saat itu persediaan makanan mereka sudah habis. Akhirnya mereka memutuskan untuk mencari makanan di hutan lalu lambat laut mereka merasa nyaman mendiami hutan. Hingga pada akhirnya mungkin merekalah yang kita sebut sebagai suku anak dalam

Cerita diatas jangan terlalu dipercaya karena tidak dapat dibuktikan. Yang penting kita tau bahwa ada saudara-saudara kita yang masih tertinggal. Mereka juga perlu pendidikan, rumah yang layak, pakainan dan makanan. Dengan begitu mereka berdiri sejajar bersama masyakat biasa. (Rudy)



2 Responses to “Ceritaku Tentang Suku Anak Dalam”

  1. Dari sumber aslinya

  2. 2 siwi

    paragraf terakhir yg bkin menarik tuh…..lw bs s mas rudi jgn nulis ajh,buktikan klo anak dlam tuh ga terpuruk sperti yang dibayangkan org slm ne…….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: