Lanjutan Cerpen Pulang Sekolah

28Jul09

Cerita sebelumnya…
Keluar dari gerbang sekolah, ku langsung menambah kecepatan sepeda motorku. Rasanya sudah tidak sabar untuk segera melepas lapar dan dahaga. Terlebih lagi rasa haus karena dehidrasi akibat dibakar oleh terik matahari yang sedang kurasakan ini. Dahaga yang kurasakan membuatku jadi tidak berkonsentrasi selama berkendara. Akibatnya ku jadi tidak berpikir terlebih dahulu ketika mau menyalip mobil pick up didepanku. Sedangkan dari arah depan di jalur kanan ada sebuah mobil truk pengangkut pasir yang berada tak jauh tepat didepanku. Untuk menginjakkan rem pun rasanya sudah tidak ada waktu lagi. Apalagi jika harus menancapkan gas untuk menghindari truk didepan.

Truk itu semakin mendekat. Detak jantungku sudah sangat melebihi bunyi genderang mau perang. Pikiranku sudah membayangkan sesuatu yang tidak-tidak. Mungkinkah mobil truk itu akan menabrakku? Sungguh tidak dapat ku bayangkan jika mobil yang sangat berat itu melindas badan kurus ku ini. Wajahku mulai pucat pasi. Denyut nadi seakan tidak ada lagi ketika kecemasan melanda sekujur tubuhku. Truk hanya berjarak sekitar 15 meter tepat didepanku. Melaju cukup kencang bahkan kurasa mobil itu tidak akan dapat mengerem disaat genting seperti ini. Mobil truk itu sudah sangat dekat didepanku. Ku pejamkan mata diatas laju motorku lalu berdoa mempasrahkan diri. Dan beberapa detik kemudian kudengar suara dentuman.
“Aku tertabrakkah?”
“Tapi mengapa aku tidak merasakan sakit apapun? Apakah aku sudah tidak di dunia lagi?”
Tapi anehnya disaat bersamaan masih ku dengar suara mesin sepeda motorku. Ku buka mata lalu kudapati diriku masih tersadar. Bahkan kedua tanganku masih memegang stang motor dengan kuat.
“Kemana perginya truk tadi?”
Aku merasa sedang mengalami sebuah keanehan. Sungguh tak kan dapat ku cerna dengan akal pikiran. Apakah aku telah masuk ke dunia lain? Tapi mengapa jalan yang sedang ku lewati ini memang seperti jalan yang biasanya ku tempuh. Atau truk itu hanyalah fatamorgana dibalik dahaga yang ku rasakan?

Dengan detak jantung yang masih tak beraturan, ku laju sepeda motorku sekencang-kencangnya. Ku ingin memastikan masih hidupkah diriku ini. Apakah orangtuaku nanti dirumah masih bisa melihat wujudku dan membalas salamku? Laju motor semakin ku tambah hingga akhirnya ku tiba dirumah. Ku lihat semua keadaannya masih seperti ketika ku pergi sekolah tadi. Tidak ada yang berbeda. Langsung saja ku hentikan motor lalu berlari mencari ibuku. Lalu ku ucapkan salam dan ternyata ia membalas salamku. Apa ini berarti aku masih hidup? Lalu apa yang barusan ku alami?

Masih dalam keadaan tak percaya, ku dengar suara mobil Ambulance melewati rumahku. Dibelakangnya juga terdengar banyak kendaraan lain yang mengikuti. Segera ku berlari keluar rumah. Ku lihat ambulance tersebut melewati rumahku. Lalu dibelakang ambulance tersebut juga terlihat mobil dan motor yang mengikutinya. Ku hanya bisa melihat ambulance tersebut dengan hati bertanya-tanya. Apakah ada hubungannya ambulance tersebut dengan kejadian aneh yang kualami barusan?.

Beberapa saat kemudian ada seorang kakek yang menggunakan sepeda motor berhenti didepanku. Lalu ku tanyakan kepadanya perihal ambulance yang lewat barusan.
“Kek, kalau boleh tahu ambulance tadi membawa siapa ya?”
“Oo.. Itu tadi disana ada tabrakan” jawab si kakek singkat.
“Tabrakan apa ya kek?” kembali ku bertanya
“Tabrakan antar mobil pick up dengan sebuah truk pengangkut pasir”

Ku terdiam. Mataku berkaca-kaca. Apa yang terjadi sebenarnya. Tanpa mengucapkan terimakasih dengan si kakek, ku segera berlari ke dalam kamarku. Ku ambil bantal lalu ku tutupi wajahku. Beberapa saat kemudian ku pun tertidur pulas. Bahkan lebih pulas dari tidurku sebelumnya.

About these ads


23 Responses to “Lanjutan Cerpen Pulang Sekolah”

  1. 1 Oca

    Waah, keren ceritanya. Sepertinya menarik. Bisa2 Ca subscribe/follow nih. Salam kenal yah. Siapapun anda*belum buka yg lain sih*

  2. bagus.. hikmahnya apa nih dik?

    • Hikmahnya: stop global warming dan dukung terus klip-klip musik dalam negri

  3. 5 omiyan

    nih dah tamat apa masih ebrsambung…lanjutkan ah

  4. aku membaca ini dengan santai. punya potensi neeh sebagai penulis cerita. alur ceritannya mengalir dengan enak

  5. 9 suwung

    kalo digabung dengan kemaren kepanjangan ya bos? dah dimuat dimana bos…. sederhana tapi sip maut deh pokoknya

  6. wah ternyata cerpenis…

  7. keren.. kreatif.. :D

  8. Hehehe mantaf ceritanya…
    Lam Kenal ya… ?

  9. cerpenya sedaap nih ..
    bersyukurlah nak .. engkau masih dilindungi .. huhuhu ;)

  10. mantabs suratap,.. :)

  11. wkwkwwkkwkw……ujung2nya berakhir disebuah bantal…..wkwkwkwkwk..
    anda muda, beda dan berbahaya…hahahah

  12. Ceritax luamyan menggigitdan mengharuhkan.Aku jurusan pendidikan bahasa sastra indonesia, aku ingin memberi masukan. Ada kata ”di” pada kata dirumahku,didepanku,disana dan sebagainya dalam cerpen ini. Sebgai kata depan yang menunjukkan tempat kata itu harus ditulis terpisah, begitupun dengan kata “ku”, kata itu harus disambung dengan kata dasar di depannya karena it merupakan enklitik…. Itu saja masukannya,sukses terus dan jangan berhenti berkarya. Aku suka cerpenmu….

  13. 23 Desy imoetth.

    .wah bgus bnget cerpen nya, bkin lagi donk,, oh ya kmu perempuan tau laki laki ya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: